Motivational Letter: Mencintai dan Memahami Diri Sendiri

            Assalamu’alaikum Wr.Wb., Shalom Aleichem, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, dan Salam Kebajikan.

            Halo semuanya! Sebelum mulai, perkenalkan nama saya Yerobal Gustaf Sekeon, saya biasa dipanggil Yero, saya adalah seorang mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Program Studi Teknologi Informasi pada tahun 2020, saya dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua Orang Tua saya di kota Tangerang, Banten. Pada artikel ini, saya akan memaparkan mengenai pentingnya kita mencintai dan memahami diri kita sendiri dan langkah-langkah yang saya terapkan agar saya mencintai dan memahami diri saya sendiri.


Mencintai diri Sendiri


Pernahkah ketika kita berada di lingkungan yang baru dan orang-orang yang baru kita merasa minder, tidak pede, kaku? Pernahkah kita merasa malu karena kita merasa badan kita kurus banget, gendut banget, hitam, pendek? Jika kita masih mengeluh terhadap diri kita sendiri dan tidak bisa menerima, itu arinya bahwa kita tidak mencintai diri sendiri. Seseorang tidak akan bisa mengalami perubahan dalam hidupnya jika ia tidak mencintai dirinya sendiri. Ada banyak sekali masalah dalam hidup ini yang akarnya adalah tidak mencintai diri sendiri.

Lalu, bagaimanakah caranya kita mencintai diri kita sendiri? Apakah dengan melakukan apa yang kita senangi itu artinya kita mencintai diri sendiri? Misalnya jika kamu suka makan cokelat dan ketika kamu makan cokelat apakah kamu mencintai diri sendiri? Tidak seperti itu! Faktanya, Mencintai diri sendiri dimulai dengan menerima apa yang ada dalam diri kita. Syukurilah apa yang telah Tuhan takdirkan untuk kita. Apabila kita merasa sulit menerima diri sendiri, maka janganlah membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, all human is a unique person. Selalu ambil sisi positif dari segala yang kita miliki. Itulah cara saya dalam mencintai diri saya sendiri. Mencintai diri sendiri tidak hanya dengan melakukan apa yang menurut kita enak dan menyenangkan. Karena apa yang kita senangi belum tentu bisa berguna buat diri kita dan masa depan kita. Contohnya, saya sangat senang dan sering lupa waktu ketika bermain game, apakah saya terus bermain dan tidak mau belajar? Tentu saja tidak. Belajar jauh lebih penting untuk masa depan untuk (Meskipun sekarang terdapat banyak gamers yang sukses). Jadi dengan mencintai diri sendiri kita bisa memutuskan dan memilih apa yang terbaik untuk hidup kita dan masa depan kita.

 

Memahami Diri Sendiri

          Memahami diri sendiri bagi saya adalah mencari jati diri kita. Siapa saya sebenarnya? Untuk apa saya diciptakan? Apa yang telah saya perbuat selama saya hidup? Apa kelebihan dan kekurangan saya? Apa yang akan saya lakukan di masa depan? Coba kita renungkan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jika kita telah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan yakin dan jelas, artinya kita telah memahami diri kita sendiri . Dengan memahami diri kita sendiri. Berikut ini cara saya memahami diri sendiri dan mengenal jadi diri.

     1. Mengetahui Kegiatan Yang Kita Sukai

    Kita bisa mengenali potensi diri berdasarkan kegiatan, aktivitas, atau hobi yang sering kita lakukan. Misalnya sejak kecil suka membaca, maka bisa mencari bidang pekerjaan dan bidang ilmu yang berkaitan dengan geografi.

2. Cari Tahu Kepandaian

    Dengan mengetahui kepandaian apa yang kita miliki, itu merupakan salah satu cara menemukan jati diri kita. Meskipun terkadang kita tidak menyukai atau menginginkan hal tersebut. Misalnya kita jago pemograman. Namun, kita biasa saja ketika mempelajari ilmu computer.

3. Menentukan Tujuan Hidup Di Masa Depan

    Jika kita sudah bisa mengenal skill dan/atau kesukaan kita. Saatnya kita melakukan planning untuk masa depan kita secara lebih rinci, baik rencana untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

         Demikianlah essay mengenai mencintai dan memahami diri ini. apabila ada kesalahan kata dan penulisan, saya meminta maaf. Terima kasih atas perhatian kalian. Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.


Referensi dan sumber:

  • Channel Youtube Pagar Kehidupan
  • www.tagar.id


Komentar